Selain itu, diperlukan juga lampu penghangat berupa sebuah lampu pijar (bohlam) berkapasitas 40 - 60 watt atau sebuah lampu infra merah. Jika burung peliharaan menunjukkan gejala sakit maka dapat langsung diberikan pertolongan sementara sebelum dibawa ke dokter hewan. Tindakan pertolongan ini meliputi beberapa hal.
Pertolongan pertama pada burung yang sakit sering diabaikan para pecinta burung. Hal ini jelas menimbulkan akibat yang fatal hingga kematian pada burung. Untuk itu, pertolongan pertama pada burung yang sakit perlu dipahami sebelum Anda mengaku sebagai pecinta burung.
![]() |
| Ilustrasi Burung Sakit |
Pertolongan Pertama Pada Burung Yang Sakit
Berikut ini adalah tabel pertolongan pertama pada burung yang sakit untuk pemahaman agar burung kesayangan segera kembali sehat seperti sedia kala. Sehingga penyakit yang diderita burung tidak berlangsung lama dan burung bisa kembali berkicau sepanjang masa.
![]() |
| Tabel Pertolongan Burung Sakit |
Selain pertolongan pertama pada burung sakit yang dijelaskan dalam tabel di atas, berikut ini ada beberapa tips yang juga perlu diketahui untuk pemeliharaan burung kesayangan. Makanan dan minuman hingga kondisi lingkungan juga sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup burung. Berikut penjelasan tips tersebut.
1. Memberikan kehangatan pada tubuh burung
Burung yang sakit diisolasi, dipisahkan dari burung lain yang sehat. Burung itu dimasukkan ke dalam sebuah sangkar yang telah diberi alas koran. Disediakan sedikit minum. Berikan kehangatan pada tubuh si burung melalui lampu pijar berkapasitas 60 watt. Untuk mengurangi sinar dari lampu dapat diberikan penghalang berupa kain atau kertas. Perlu diperhatikan agar bahan penghalang sinar lampu ini tidak mudah terbakar, suhunya pun sebaiknya tidak melebihi 37° C.
2. Memberikan pakan ekstra
Berikanlah pakan ekstra yang mempunyai kandungan gizi tinggi, seperti kroto basah, madu, susu, daging, atau hati tergantung pada jenis burungnya. Pakan ini diberikan dalam bentuk bubur (jus). Jika burung menolak untuk makan sendiri maka harus dipaksakan, dicekokkan langsung ke mulutnya dengan memakai alat spuit. Hal ini sebaiknya dilakukan dengan hati hati agar tidak salah memasukkan pakan ini ke saluran pernapasan.
3. Memberikan minuman
Burung yang sedang sakit akan jarang minum. Padahal, pada saat sakit burung akan lebih banyak buang air dengan kondisi feses yang lebih encer sehingga dapat menyebabkan dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Keadaan seperti ini dapat diatasi dengan cara memberikan pakan yang banyak mengandung air, misalnya buah pepaya. Dengan cara ini maka bahaya dehidrasi dapat diperkecil.
4. Memberikan ketenangan
Burung yang sakit juga membutuhkan ketenangan lingkungan. Dengan lingkungan yang tenang maka bahaya stres dapat diperkecil karena stres akan memperburuk kondisi tubuh burung. Sebaiknya dihindari pandangan dan suara manusia, burung, hewan lain, atau benda apa pun yang dapat menimbulkan gangguan pada burung yang sakit.
Itulah tips dan ulasan perihal pertolongan pertama pada burung ketika burung mengalami sakit. Semoga informasinya bermanfa'at untuk Anda para pecinta burung. Jangan lupa share atau bagikan informasi ini agar semakin banyak yang mengerti bagaimana cara mengatasi burung yang sakit. Terima kasih telah membaca, salam berbagi dan salam cinta.



No comments:
Post a Comment